BREAKING NEWS

Advertisment

Selasa, 30 Agustus 2016

Contoh Laporan PPL Untuk Mahasiswa

Contoh Laporan PPL : Praktek Mengajar

Bagi sobat yang membutuhkan format laporan PPL ( Praktek Pengalaman Lapangan) untuk jurusan keguruan, contoh laporan PPL ini bisa dijadikan referensi, namun karena lagi tidak bisa download link, maka data laporan PPL ini tidak bisa kami sajikan dalam bentuk file download. semoga contoh laporan ini bermanfaat.
LAPORAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Prodi PGMI Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dalam mempertahankan komitmenya untuk memajukan kualitas lulusanya selalu berusaha memperbaruai dan mengupdate berbagai strategi, sehinggga program dan kurikulum selalu dinamis, hal ini bisa dilihat dari beberapa program khusus seperti Praktek Pengalaman Lapangan mengajar untuk mahasiswa semester 3 yang manfaatnya sangat luar biasa. Praktik pengalaman lapangan (PPL) merupakan nomenklatur matakuliah yang diprogramkan untuk aktivitas praktikum mahasiswa, baik melalui pembelajaran dalam peerteaching maupun praktik pembelajaran di kelas yang sesungguhnya. Setelah memperoleh pengayaan wawasan teori pendidikan dari tatap muka perkuliahan dan tugas terstruktur, setiap mahasiswa diharuskan melatih kemampuan diri dalam mengaplikasikannya. Hal ini dimaksudkan agar wawasan teori (pengetahuan) yang dimiliki mahasiswa kian terasah dan disertai dengan keterampilan pembelajaran yang dibutuhkan.
Kegiatan Prakek ini selain sebagai laboratorium mahasiswa, dimaksudkan juga PPL ini untuk menjalin kerjasama antara Prodi PGMI/PGRA dengan perguruan tinggi (PT) mitra jenjang S1. Dengan kerjasama ini, Prodi dan PT mitra dapat terus bersinergi secara akademik-kelembagaan, dan mahasiswa peserta PPL pun bisa menimba banyak pengalaman menyangkut pembelajaran dan pengelolaan pendidikan. Dari sini, sikap dan kematangan berpikir mahasiswa ditempa di lapangan dan ia pun bisa merasakan betul kebenaran makna ungkapan “pengalaman adalah guru yang terbaik”.
PPL merupakan media bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan dasar ilmu keguruan bagi mahasiswa strata satu (S1) di Madrasah atau di Sekolah. Demikian pula bagi mahasiswa yang secara kebetulan mengambil konsentrasi pendidikan (pendidikan Islam) pada program pascasarjana (S2), untuk mengaplikasikan dasar keilmuan sebagai calon dosen, maka harusnya diadakan praktik pengalaman lapangan (PPL) pada perguruan tinggi yang sesuai dengan konsentrasi atau keahlian masing-masing. Faktanya, dalam hal ini tidak semua perguruan tinggi pascasarjana mengadakan program PPL tersebut , tetapi hal ini kembali pada racikan kurikulum masing-masing yang di usung oleh pejabat masing-masing kampus.
Hal ini berbeda dengan program pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada konsentrasi PGMI, mahasiswa S2 PGMI diharuskan untuk mengikuti program PPL tersebut sebagai bagian dari mata kuliah yang sudah diprogramkan pada semester III (tiga). Tidak bermaksud untuk mengangkat nama “kampus sendiri” tetapi sebagai peminat konsentrasi pendidikan (Pendidikan islam) yang nantinya akan diprioritaskan sebagai guru atau dosen baik PGMI maupun non PGMI, seharusnya program PPL ini harus diprogramkan sebagai bekal awal bagi mahasiswa S2 yang akan berkecimpung sebagai dosen di perguruan tinggi atau setidaknya menjadi guru professional di MI (Madrasah Ibtidaiyah). PPL ini semakin terasa penting karena dalam pengangkatan dosen harus juga melewati seleksi kompetensi professional yaitu praktik mengajar bagi calon dosen. PPL PGMI tahun 2013 PPs UIN Sunan Kalijaga ini berlangsung di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan jurusan PGMI
Di samping keterampilan mengajar mahasiswa perlu mengetahui tentang manajemen pengelolaan PGMI. Manajemen merupakan tindakan atau seni pengurusan, mengatur, pengarahan dan pengawasan. Menurut Karnadi Wargasasmita dalam bukunya A.H Baginda menjelaskan manajemen yaitu mengatur, mengurus, memimpin, mengawasi pekerjaan-pekerjaan kearah tujuan usaha. Dalam buku yang sama menurut John D Millet, Manajemen adalah proses pembimbingan dan penyediaan fasilitas-fasilitas kerja terhadap orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi resmi untuk mencapai sesuatu tujuan (Manajement is the process of directing and facilitating the work of people organized in formal grops to a chieve a desired goal).
Sehingga mahasiswa diwajibkan melaksanakan PPL di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, juga diwajibkan untuk mengetahui bagaimana manajemen ke-PGMI-an sebagai jurusan terbaru ini dikembangkan oleh kampus yang mengusung jargon integrasi dan interkoneksi ini.
B. Tujuan PPL
Kegiatan PPL yang berlangsung selama satu bulan efektif bertujuan untuk:
1. Memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran dan manajerial (pengelolaan) di lembaga pendidikan, terutama jenjang sarjana (S1), dalam rangka melatih dan meningkatkan kompetensi kependidikan.
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal, mempelajari, dan memecahkan permasalahan pendidikan, baik yang terkait dengan pembelajaran/perkuliahan maupun kegiatan manajerial kelembagaan.
3. Mengetahui fakor-faktor yang menjadi kelebihan, kelemahan, hambatan, dan target yang dicapai dalam Pelaksanaan PPL di SI PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
C. Gambaran Umum Kegiatan PPL
Adapun gambaran umum kegiatan PPL PGMI UIN Sunan Kalijaga ini dirancang sedemikian rupa oleh prodi PGMI dengan mempertimbangkan berbagai faktor terutama perkuliahan yang masih dijalani oleh mahasiswa S2 PGMI. Oleh karena itu, jadwal yang diberikan oleh pihak Pascasarjana dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan disesuaikan kembali oleh mahasiswa dan diberikan kewenangan untuk memutuskan materi apa yang akan diajarkan tetapi tetap pada mata kuliah yang telah disepakati oleh pascasarjana prodi PGMI dengan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, sehingga hal ini memudahkan bagi mahasiswa praktikan.
Secara garis besar, kegiatan PPL meliputi kegiatan pembelajaran dan praktik pengelolaan pendidikan. Kegiatan pembelajaran dimulai dari orientasi, peerteaching dan dilanjutkan dengan praktik pembelajaran di kelas yang sesungguhnya. Sebagai calon dosen (pendidik), mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menjadi “kutu buku”, melainkan juga menjadi sosok yang terampil, percaya diri, dan kreatif di depan kelas. Karena itu, kegiatan PPL dirancang seefektif mungkin dalam membina kemampuan (kompetensi) mahasiswa secara pedagogis, profesional, kepribadian, dan sosial.
Setiap mahasiswa (praktikan) diharuskan mengajar minimal 3 (tiga) kali sesuai mata kuliah yang diberikan oleh prodi S1 PGMI. Pada akhir kegiatan PPL, mahasiswa diharuskan menyusun laporan kegiatan yang telah dilaksanakan selama PPL berlangsung, baik menyangkut pembelajaran maupun pengelolaan pendidikan. Laporan kegiatan akan menjadi bukti tertulis yang dipertanggungjawabkan kebenarannya oleh mahasiswa dan menjadi bagian dari unsur penilaian. Dengan bobot 2-3 sks, PPL memang didesain “padat fungsi” bagi peningkatan kompetensi mahasiswa. Dalam kaitan ini, penyusunan laporan berguna untuk mengasah kemampuan naratif-analitik mahasiswa melalui aktivitas menuliskan apa yang dilakukan dan melakukan apa yang ditulis, sekaligus juga berguna untuk dokumentasi administratif institusi/prodi.
D. Manfaat dan Kegunaan PPL
Pelaksanaan Praktek Pembelajaran Lapangan (PPL) di SI PGMI UIN Sunan Kalijaga memberikan manfaat diantaranya:
1. Bagi Mahasiswa
a. Mengetahui gambaran secara umum program studi PGMI SI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
b. Menambah wawasan dan pengalaman dalam bidang pembelajaran dan manajerial (pengelolaan) di lembaga pendidikan, terutama jenjang sarjana (SI), dalam rangka melatih dan meningkatkan kompetensi kependidikan
c. Memiliki kesempatan untuk mengenal, mempelajari, dan memecahkan permasalahan pendidikan, baik yang terkait dengan pembelajaran/perkuliahan maupun manajerial kelembagaan.
d. Memiliki kesempatan untuk berlatih menjadi sosok yang tampil percaya diri, kreatif di depan mahasiswa dalam rangka membina kompetensi secara pedagogis, professional, kepribadian dan sosial
2. Bagi Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
a. Meningkatkan hubungan baik antar prodi S2 PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
b. Mampu Menjalin kerjasama antar prodi PGMI dengan Perguruan Tinggi (PT) mitra jenjang SI.
c. Mendapatkan dokumentasi administratif institusi prodi PGMI
d. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dengan adanya rekomendasi yang diberikan kepada mahasiswa yang melaksanakan PPL
3. Bagi SI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
a. Meningkatkan citra prodi SI PGMI secara langsung akan memberikan apresiasi terhadap hubungan antara Pasca sarjana PGMI dan SI PGMI
b. Mampu Menjalin kerjasama antar prodi PGMI dengan PPS PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
c. Mendapatkan dokumentasi administratif institusi prodi PGMI
d. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dengan adanya rekomendasi yang diberikan kepada mahasiswa yang melaksanakan PPL.
E. Sistematika Penyusunan Laporan
Laporan ini terdiri dari V (lima) bab yakni bab pendahuluan yang berisi latar belakang pelaksanaan PPL S2 PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berisi tentangnya pentingnya dilaksanakan PPL dan tentunya sistematika penulisan laporan.
Bab II terdiri dari profil singkat PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang mengungkit pilar-pilar kesejarahan dari berdirinya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, begitu juga dengan Visi Misi yang diusung oleh PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Kurikulum yang diterapkan dan Manajemen (administrasi) serta sarana dan prasarana yang menunjang perkuliahan.
Bab III berisi tentang gambaran pelaksanaan PPL mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penilaiannya.
Bab IV berisi analisis yang terdiri dari kelebihan, kelemahan, hambatan, serta solusi yang ditawarkan.
Terakhir Bab V yaitu penutup yang berisi kesimpulan dan saran dilanjutkan dengan daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
F. Metode Praktik Pengalaman Lapangan
1. Praktik Pengalaman Lapangan dilaksanakan selama 1 (satu) bulan
2. Praktik Pengalaman Lapangan dimulai pada 7 November 2013 sampai dengan, 7 Desember 2013.
3. Jam Praktik Pengalaman Lapangan diadakan setiap hari pada jam kerja. Dengan pembagian waktu sebagai berikut:
Jam I : 07.00-08.40
Jam II : 08.45-10.25
Jam III : 10.30-12.10
Jam IV : 12.30-14.10
Jam V : 14.15-15.55
Jam VI : 16.00-17.40
Mahasiswa mengadakan praktik sesuai dengan kesepakatan dengan dosen pamong.
4. Lokasi Praktik Pengalaman Lapangan di Program SI PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, JL Laksda Adisucipto Yogyakarta.
G. Metode Pengumpulan Data
Data yang dibutuhkan dalam laporan Praktik Pengalaman Lapangan ini di kumpulkan dengan metode:
1. Wawancara (interview)
Wawancara yang digunakan dalam laporan Praktik Pengalaman Lapangan ini adalah dengan cara Tanya jawab sepihak yang dikerjakan secara sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian. Penulis mengadakan wawancara dengan kaprodi tentang manajemen pengelolaan PGMI.
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan pengumpulan data dari catatan-catatan atau sumber tertulis dari obyek penelitian yang dapat dipercaya kebenarannya . Dengan metode ini dapat diperoleh tentang gambaran umum SI PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penulis mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dengan pengambilan foto dan video pada saat pembelajaran berlangsung.
3. Observasi
Metode ini merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan langsung.
4. Studi Pustaka
Metode ini merupakan teknik pengumpulan data dengan cara membaca sumber-sumber informasi yang sesuai dengan tujuan penyusunan laporan Praktik Pengalaman Lapangan.
BAB II
GAMBARAN UMUM PRODI S1 PGMI
UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
A. Profile Program Studi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah)
Program studi PGMI ini merupakan program studi yang tergolong jurusan baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Prodi S1 PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru pada tahun 2007. Hingga saat ini prodi PGMI telah mampu menelurkan sarjana-sarjana PGMI yang banyak diterima menjadi guru di MI atau ada pula yang meneruskan studi menempuh S2 PGMI hingga akhirnya menjadi master PGMI.
Harapan untuk menciptakan guru profesional di bidang pendidikan dasar Islam membuat jurusan ini semakin lama semakin diminati. Selain hal tersebut, dasar hukum pendirian jurusan PGMI ini yaitu:
1. UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005
3. Menurut pasal 8 dan pasal 10, guru wajib memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005
5. Menurut pasal 28, pendidik harus memiliki kompetensi sebagai agen pembelajar yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.
6. Keputusan Menteri Agama Nomor 353 tahun 2004
7. Menurut pasal 9, kompetensi lulusan dikelompokkan menjadi kompetensi dasar, kompetensi utama, kompetensi pendukung, dan kompetensi lainnya.
8. Peraturan Dirjen Pendidikan Tinggi Islam Departemen Agama tentang Pedoman Pembukaan dan Penyelenggaraan Program S-1 PGMI.
9. Menurut lampiran peraturan ini, kompetensi lulusan S-1 PGMI meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, sosial, dan wawasan agama Islam.
B. Visi dan Misi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Program studi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogakarta memiliki visi: “Pendidikan dasar Islam terkemuka dan handal pada abad 21”
Sedangkan misi program studi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogakarta adalah sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan PGMI yang berorientasi pada mutu
2. Mengembangkan PGMI yang berwawasan IPTEKS dan akhlakul karimah
3. Melakukan penelitian di bidang PGMI
4. Meningkatkan peran serta jurusan PGMI di masyarakat
5. Meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak.
C. Tujuan PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Secara spesifik, tujuan program PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga adalah:
1. Menghasilkan guru MI yang berkualitas
2. Menghasilkan konselor anak usia MI yang kompeten
3. Menghasilkan pelatih (trainer) pendidikan dasar yang terkenal
4. Menghasilkan peneliti yang produktif pada bidang MI
5. Menghasilkan perancang sarana pembelajaran untuk pendidikan dasar yang bermental intrepreunership.
D. Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan Mutu
1. Tata Pamong
Tata pamong Prodi PGMI mengacu pada Statuta UIN Sunan Kalijaga, Dokumen Mutu yang dibuat oleh Unit Penjaminan Mutu (UPM) UIN Sunan Kalijaga dan telah mendapat pengakuan secara internasional melalui pemberian Sertifikat ISO 9001:2008 oleh Thuv Rheinland yang berpusat di Jerman, serta Pedoman Akademik yang ada di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga.
Pengelolaan Prodi PGMI merupakan bagian dari struktur organisasi yang ada di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Setiap Jurusan/Prodi di Iingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan mempunyai struktur pengelolaan yang sama, yaitu terdiri dari seorang Ketua, seorang Sekretaris dan Staf Prodi yang jumlahnya disesuaikan dengan. kebutuhan. Tugas dan wewenang Ketua Jurusan/prodi ditetapkan bersama oleh universitas yang difasilitasi oleh Unit Penjaminan Mutu UIN. Wewenang dan Tugas ini disusun bersama oleh para Pimpinan Jurusan/Program Studi dan Fakultas di lingkungan UIN untuk ditetapkan bersama.
Rincian tugas dan wewenang di Prodi dapat dilihat di bawah ini
Wewenang Ketua program Studi (dipegang Dr. Istiningsih, M.Pd)
a. Menetapkan semua langkah operasional dalam pengembangan akademik untuk mencapai keunggulan akademik.
b. Memimpin penyelenggaraan proses pembelajaran dan kegiatan akademik dosen.
c. Menilai kinerja dosen dan mengupayakan peningkatan kinerjanya.
d. Memastikan tercapainya sasaran Mutu UIN Sunan kalijaga dan Rencana Mutu Fakultas yang berhubungan dengan Prodi.
e. Memastikan tercapainya Sasaran Mutu
f. Menetapkan langkah perbaikan atas terganggunya proses pembelajaran.
g. Mengkoordinasikan kegiatan laboratorium yang berada di bawah manajemen Prodi.
h. Menetapkan langkah operasional dalam implementasi sistem penjaminan mutu dan layanan akademik berbasis Information dan Communication Technology (ICT).
Tanggung jawab Ketua Prodi:
Melaksanakan evaluasi dan upaya perbaikan terhadap semua langkah yang telah ditetapkan untuk mencapai keunggulan
a. Melakukan koordinasi dengan para dosen dalam upaya peningkatan kinerjanya
b. Menyusun program pencapaian Sasaran Mutu Prodi dan secara periodik mengevaluasinya.
c. Menetapkan langkah operasional untuk pencapaian sasaran Mutu Universitas dan Rencana Mutu Fakultas
d. Melaksanakan perbaikan terhadap proses pembelajaran berdasarkan hasil temuan Audit Mutu Internal
e. Melaksanakan sistem penjaminan mutu dan layanan akademik berbasis Information & Communication Technology
f. Menyampaikan laporan perkembangan Prodi kepada Dekan secara periodik.
g. Melakukan komunikasi internalo dan eksternal secara efektif.
h. Menyiapkan data pendukung dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban Rektor pada akhir masa jabatan.
i. Melaksanakan dan menjaga kelangsungan kerjasama dengan pihak lain
j. Melaksanakan tracer study
2. Kepemimpinan
Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama. serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat. Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredtel, serta mengkomunikasikan visi ke depan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi.
Progran studi PGMI diketuai oleh Ketua Program studi dan seorang sekretaris Program studi dan dibantu oieh dua orang staf akademik atau karyawan. Ada tiga pola kepemimpinan pada Prodi PGMI, yaitu operasional, organisatoris dan publik. Kepemimpinan operasional diwujudkan dalam kegiatan keseharian Prodi seperti membuat jadwal kuliah, pelaksanaan kuliah, monitoring dan evaluasi perkuliahan, penyelenggaraan Ujian Tengah dan Akhir Semester, dan mengadakan rapat dengan dosen Prodi.
Kepemimpinan organisasi Prodi diwujudkan dengan menggerakkan semua sumber daya yang ada, baik civitas akademika (dosen dan mahasiswa) dan tenaga kependidikan (karyawan). Sehingga pelayanan dapat berjalan secara optimal dan apabila terdapat hambatan dapat segera terselesaikan. Di samping itu dalam rangka memajukan dan mengembangkan Prodi PGMI juga dilakukan kerjasama dengan pihak luar, atau yang disebut dengan kepemimpinan publik, seperti (a) kerjasama dengan Luar negeri seperti dengan Kanada untuk peningkatan kualitas dosen (Short Course Integrasi Sains dan Matematik di Faculty of Education McGill University; (b) bekerjasama dengan Depag RI untuk program Dual_ Mode System, MEDP; (c) bekerjasama dengan Perguruan Tinggi lain seperti UNY dalam rangka Short Course Dikdas Konsentrasi Sains, IPS, dan Bahasa Indonesia; (d) bekerjasama dengan beberapa MI di sekitar Yogyakarta dalam rangka peninjauan kurikulum dan PPL-KKN terintegratif.
3. Sistem Pengelolaan
Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi mencakup planning, organizing, staffing, leading, controlling dalam kegiatan internal maupun eksternal.
Dari aspek perencanaan (planning), Prodi membuat rencana strategis pengembangan prodi yang mencakup kegaiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Perencanaan pendidikan dan pengajaran diatur secara rinci dalam SOP Pembelajaran Dari aspek pelaksanaan (organizing) Prodi melaksanakan rencana yang telah dibuat. Acuan utama pelaksanaan program diatur melalui SOP pelaksanaan pembelajaran.Dari aspek pengorganisasian staff (staffing), Prodi membagi tugas sasuai dengan job descrption masing-masing. Hal ini juga diatur dalam SOP yang dikeluarkan oleh UPM UIN Sunan Kalijaga. Dan aspek kepemimpinan (leading) Prodi mengoorganisir seluruh program berdasarkan mekanisme yang berlaku di UIN Sunan Kalijaga dan diatur dalam Statuta serta dijabarkan melalui SOP yang dikeluarkan oleh UPM Universitas.Sementara itu, dari aspek monitoring dan evaluasi, program yang ada di Prodi monitoring secara rutin melalui kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) yang dilakukan oleh asesor internal melalui koordinasi UPM UIN Sunan Kalijaga, sementara kegiatan Audit Mutu Eksternal (AME) dilakukan oleh badan ISO dari Jerman, yaitu Thuv Rheinland Indonesia
4. Penjaminan Mutu
Untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, UIN Sunan Kalijaga telah membentuk suatu lembaga Quality Assurance yaitu Unit Penjaminan Mutu (UPM). Dengan adanya Quality Assurance diharapkan ada kepuasan dan kepercayaan yang bertambah dari para stakeholder yang ada terhadap penYelenggaraan pendidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Upaya UIN Sunan Kalijaga mengembangkan Quality Assurance ini berfungsi untuk menyatukan komitmen dan mensinergikan potensi sumber daya manusia yang ada sebagai upaya dan capaian yang terukur untuk menghasilkan kualitas akademik yang bermutu tinggi bagi peserta didik. Sedangkan keluar , selain dapat memberikan kepuasan kepada stakeholder atas produk lulusan yang dihasilkan juga sekaligus sebagai jawaban dari tuntutan perubahan di tingkat nasional maupun internasional yang mengharuskan penyelenggarakan pendidikan mengacu pada Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003-2010 yang telah dideklarasikan UNESCO sebagai visi dan aksi Perguruan Tinggi abad 21.
Dalam konteks ini, maka pada tanggal 6 Desember 2006 UIN Sunan Kalijaga melakukan launching sistem penjaminan mutu dengan berpijak pada wawasan tentang ISO 9000-2000. UPM sebagai lembaga fungsional bertujuan meningkatkan mutu akademik UIN Sunan Kalijaga melalui pengkajian, pengujicobaan dan tindak lanjut serta pengembangan konsep, program dan kegiatan dalam bidang kurikulum, kinerja dosen dan akreditasi, sehingga tercapai akuntabilitas mutu akademik.
Secara khusus, UPM bertujuan untuk: pertama, mengkaji dan merumuskan konsep kurikulum (tujuan, isi,metodologi,sistem evaluasi) dalam upaya pengembangan kurikulum UIN sehingga relevan dengan kebutuhan dan perkembangan iimu pengetahuan. Kedua,mengkaji dan merumuskan konsep kinerja dosen dan sistem pembinaannya. Ketiga, mengkaji dan merumuskan konsep kinerja tenaga penunjang akdemik dan pembinaannya. Keempat, mengkaji dan merumuskan konsep akreditasi program studi. Kelima, mendokumentasikan dokumen data, mengolah dan menyebarkan informasi tentang peningkatan mutu akdemik. Keenam,memastikan konsistensi mutu akademik yang dihasilkan. Ketujuh, memastikan tercapainya visi UIN. mahasiswa tanpa kecuali lewat jurusan.
Proses implementasi sistem penjaminan mutu selalu dievalusi setiap 3 bulan sekali melalui mekanisme Audit Mutu Internal (AMI). Proses sistem penjaminan mutu di UIN Sunan Kalijaga, khususnya di prodi PGMI sudah berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil tersebut, prodi PGMI selalu terpacu untuk meningkatkan kualitas prodi.
E. Profil dan kompetensi jurusan
F. Kurikulum (Rumusan Kompetensi dan Mata Kuliah)
G. Struktur Mata kuliah Berdasarkan Komponen Kompetensi
1. Mata Kuliah Inti Umum Nasional
2. Mata Kuliah Institusional Umum
3. Mata Kuliah Inti Khusus Utama
4. Mata Kuliah Inti Kusus Pendukung
5. Mata Kuliah Inti Khusus Lainnya
6. Mata Kuliah Intitusional Khusus
H. Mahasiswa
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN
A. Kegiatan Praktik PPL (Observasi Perkuliahan )
Metode Observasi atau pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mancatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki. Pendapat lain menyebutkan bahwa observasi adalah metode pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap objek penelitian. Observasi ini dapat dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung.
Observasi secara langsung adalah mengadakan pengamatan secara langsung (tanpa alat) terhadap gejala-gejala subjek yang diselidiki,baik pengamatan itu dilakukan dalam situasi buatan yang khusus diadakan. Sedangkan observasi tidak langsung mengadakan pengamatan terhadap gejala-gejala subjek yang diselidiki dengan perantara sebuah alat. Pelaksanaanya dapat berlangsung didalam situasi yang sebenarnya maupun didalam situasi buatan.
Pelaksanaan observasi ini dimulai pada saat selesai pelepasan mahasiswa PPL. Observasi ini dilaksanakan secara berkelompok sesuai dengan kesamaan mata kuliah serta individu sesuai kebutuhan masing-masing. Selanjutnya dengan kesepakatan para dosen pengampu mahasiswa PPL mengobservasi proses perkuliahan dari awal sampai selesai (sifatnya tidak memaksa).
Mahasiswa praktikan terdiri dari 21 mahasiswa S2 PGMI yang terbagi menjadi dua kelompok sesuai konsentrasi, yakni 10 mahasiswa S2 konsentrasi PAI-PGMI dan 11 mahasiswa S2 konsentrasi Sains-PGMI. Ketika observasi kelompok, dua kelompok ini menjadi satu tetapi kemudian berkelompok sesuai konsentrasinya untuk mendapatkan data yang diperlukan.
B. Persiapan Perkuliahan Praktik PPL
Dalam tahap persiapan ini, penulis sebagai mahasiswa PPL konsentrasi PAI-PGMI melakukan persiapan untuk mengajar dengan mempersiapkan materi yang akan diajarkan, mencari referensi-referensi yang mendukung materi dan itu semua terangkum dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) atau dalam jenjang perkuliahan disebut SAP (Satuan Acuan Perkuliahan). Dalam pembuatan rencana ini penulis berusaha agar sesuai dengan bimbingan yang telah diberikan oleh dosen pembimbing lapangan sesuai mata kuliah yang diajar.
C. Bentuk Perkuliahan Praktik PPL
Adapun bentuk perkuliahan sebenarnya tidak jauh beda seperti yang dilakukan kebanyakan teman-teman mahasiswa lainnya bahkan tidak jauh beda dengan yang dilakukan oleh dosen pengampu sekalipun. Hanya saja yang berbeda adalah pada waktu penulis memasuki ruang perkuliahan sebagai mahasiswa PPL maka harus ditemani/diobservasi oleh dosen pamong. Dengan performa yang meyakinkan penulis memasuki ruang perkuliahan dan memulai perkuliahan. Adapun secara sederhananya, perkuliahan yang dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut:
a. Qur’an Hadits.
Praktik perkuliahan yang pertama ini penulis bersama mahasiswa yang sebelumnya sudah ada koordinasi dengan dosen pembimbing Ibu Drs.H Jauhar Hatta, M.Ag Dalam pembelajaran mata kuliah ini materi pokok yang disampaikan ialah Kebangkitan Umat Islam Periode Modern.
Praktik perkuliahan ini dilaksanakans di ruang 310. Sesuai dengan rencana perkuliahan yang penulis susun dalam format Rencana Pelaksanaan Perkuliahan (RPP), maka perkuliahan dengan alokasi waktu 120 menit itu terbagi pada beberapa kegiatan, antara lain kegiatan awal dengan durasi 15 menit yang berisi tentang perkenalan, pembukaan, apersepsi dan motivasi, kemudian dilanjutkan kegiatan inti dengan durasi 90 menit yang berisi diskusi serta pematangan materi. Sebagai kegiatan akhir perkuliahan dengan durasi waktu 15 menit diisi dengan kesimpulan, evaluasi, dan penutup.
RPP terlampir.
b. Psikologi Umum
Materi praktik perkuliahan (PPL) yang kedua adalah mata kuliah Psikologi yang diperuntukkan bagi mahasiswa praktik mengajar yang kedua ini praktikan dibimbing oleh Ibu Dr. Erni Munastiwi, MM yang pelaksanaannya di ruang 310.
Praktik kedua pada mata kuliah Psikologi berjalan sesuai dengan RPP yang telah disiapkan. Proses pembelajaran tidak berlangsung monoton karena mahasiswa cukup antusias mengikuti perkuliahan. Praktikan merasa terbantu karena perkuliahan ini sudah diawali dengan presentasi makalah dari mahasiswa yang dapat jadwal presentasi. Diskusi juga berlangsung menarik dan praktikan mencoba menjadi penengah dan penjelas ketika ada beberap poin pertanyaan yang belum terjawab atau jawaban presentator kurang memuaskan.
Lebih jelasnya telah terdapat di RPP terlampir.
c. Bimbingan dan Konseling
Penyampaian materi psikologi umum ini merupakan PPL terakhir penulis dalam bentuk perkuliahan formal. Dalam mata kuliah ini penulis menyampaikan materi dengan dosen pamong Bapak Drs. Ichsan,M.Pd. Alhamdulillah praktik perkuliahan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana perkuliahan yang penulis tuangkan dalam RPP.
Setiap selesai praktik, penulis meminta evaluasi, kritik, saran, dan masukan dari dosen pembimbing lapangan terkait pembelajaran yang baru saja terlaksana. Sebagai mahasiswa praktikan tentu masih banyak kesalahan atau kekurangan dalam mengajar, tetapi itu tidak menyurutkan niat untuk maju ke depan menjadi lebih baik. Hasil evaluasi dari dosen pembimbing tersebut merupakan masukan yang sangat berharga bagi penulis untuk membuat pembelajaran selanjutnya menjadi lebih menarik dan sesuai tujuan pembelajaran.
BAB IV
Analisis Pelaksanaan PPL
A. Kelebihan
Mata kuliah praktik pengalaman lapangan (PPL) secara umum kelebihan PPL S2 PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta:
– Memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam melakukan pembelajaran
– Bisa mengetahui kekurangan dan kelemahan mahasiswa dalam mengajar terutama bagi mereka yang belum mengajar
– Memahami sistem administrasi dan manajemen dari PGMI
Secara lebih khusus terkait PPL ini kelebihannya antara lain:
– Bimbingan dari pihak S1 PGMI baik dosen maupun karyawan yang sangat menerima kehadiran mahasiswa praktikan
– Antusiasme mahasiswa dalam berdiskusi cukup tinggi sehingga pembelajaran tidak membosankan
– Adanya media pembelajaran yang memberikan kemudahan dalam menyampaikan materi
B. Kekurangan
Beberapa kekurangan dari kegiatan PPL ini di antaranya:
– Jumlah jam mengajar yang kurang, maksudnya ialah mahasiswa cukup mengajar dua mata kuliah (agama dan umum) tetapi masing-masing mengajar dua kali sehingga proses perbaikan mengajar terlihat lebih jelas ketika menghadapi situasi yang hampir sama
– Matinya AC membuat kelas menjadi panas dan cukup mengganggu jalannya pembelajaran terutama ketika jam siang
– Proses renovasi beberapa bagian gedung membuat suara gaduh yang mengakibatkan suara praktikan atau mahasiswa S1 tidak terdengar jelas karena kalah keras dengan suara renovasi gedung
– Jumlah mahasiswa dalam satu kelas terlalu gemuk, penulis bahkan mengajar di kelas dengan jumlah mahasiswa 41. Jelas ini tidak ideal untuk pembelajaran karena banyaknya mahasiswa yang mengikuti perkuliahan dalam 1 kelas.
C. Hambatan/permasalahan
Hambatan atau permasalahan yang ada saat PPL menurut penulis, yaitu:
– Jadwal PPL berbarengan dengan jadwal kuliah S2, ketika tidak ada jadwal yang bersamaan maka PPL bisa berjalan lancar. Tetapi ketika jadwal bertabrakan maka itu membuat mahasiswa praktikan bingung untuk menentukan pilihan.
– Gemuknya jumlah mahasiswa dalam satu kelas (mencapai 40 – 46 mahasiswa) jelas tidak ideal untuk pembelajaran.
– Tiga mata kuliah yang harus diajarkan terlalu banyak, cukup dua mata kuliah saja sehingga praktikan bisa mengetahui perkembangan dan peningkatan kemampuan mengajarnya.
D. Solusi
Dari hambatan dan permasalahan tersebut di atas, solusi yang penulis tawarkan yaitu:
– Jadwal PPL dan jadwal kuliah dibuat sedemikian rupa sehingga tidak ada jadwal yang bertabrakan. Peningkatan komunikasi dan koordinasi antara pihak S1 PGMI dan S2 PGMI akan sangat berguna.
– Idealnya setiap kelas diisi mahasiswa maksimal 30 orang, sehingga tidak menyulitkan dosen dalam memberikan pembelajaran.
– Praktikan cukup mengajar 2 mata kuliah saja, tetapi masing-masing mata kuliah mengajar sebanyak dua kali sehingga tiap mahasiswa praktikan mengajar 4 kali selama PPL.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
– Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang berlangsung selama lebih dari satu bulan (20 November – 22 Desember 2013) telah memberikan banyak ilmu dan pengalaman berharga bagi mahasiswa praktikan.
– Teori yang didapatkan dalam bangku perkuliahan dapat diimplementasikan dengan baik dalam PPL ini. Adanya kekurangan bisa ditutupi dengan kehadiran dosen pembimbing sehingga proses introspeksi diri praktikan dan evaluasi dapat berjalan dengan baik. Hal ini sangat membantu mahasiswa S2 PGMI untuk menyiapkan diri terjun ke dunia yang sesungguhnya.
– Selain dalam hal pembelajaran, mahasiswa praktikan juga mendapatkan pengalaman dalam segi administrasi, manajemen, dan keorganisasian ke-PGMI-an yang belum tentu didapatkan mahasiswa yang tidak ada program PPL. Maka PPL ini sangat membantu peningkatan mutu dan kualitas mahasiswa S2 PGMI.
– Pelaksanaan PPL S2 PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berjalan baik, lancar, dan sesuai harapan. Mahasiswa praktikan dapat banyak pengalaman dan dosen juga merasa terbantu dengan adanya praktikan.
B. Saran
– Sebaiknya ada pembatasan jumlah mahasiswa dalam satu kelas, yakni maksimal 30 orang sehingga pembelajaran bisa lebih optimal.
– Daya kritis dan motivasi belajar mahasiswa perlu ditingkatkan kembali diantaranya dengan lebih banyak memberikan ruang mahasiswa untuk berdiskusi dan berkarya.
– Perlu adanya peningkatan dalam hal sarana prasarana pembelajaran, matinya AC serta LCD bisa berakibat pada tidak tercapainya suasana pembelajaran yang telah direncanakan.
DAFTAR PUSTAKA
Asri, Zainal, Micro Teaching disertai dengan Pedoman Pengalaman Lapangan, Jakarta: Rajawali Press, 2010.
Baginda, A.H, Dasar-dasar Manajement, (Yogyakarta: Damai Printing, 1995)
Borang Akreditasi PGMI UIN Sunan Kalijaga, 2010
Buku Panduan Akademik Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2008.
Buku Saku Panduan PPL Program Studi PGMI/PGRA/PAUDI Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2012
Priyatno, Yatim, Metodologi Penelitian Pendidikan, Surabaya: SIC, 2001.
Supardi, Metodologi Penelitian,Mataram: Yayasan Cerdas Press, 2006.

Prinsip dan cara kerja transmisi otomatis lengkap




TRANSMISI OTOMATIS PADA MOBIL

Pada artikel sebelumnya saya telah bahas tentang Transmisi Manual pada kendaraan mobil, kali ini saya akan membahas tentang Transmisi Otomatis yang digunakan pada kendaraan mobil.

Keuntungan dari transmisi otomatis daranya adalah :
a. Tidak adanya pedal kopling, sehingga pengoprasian kendaraan lebih mudah.
b. Perpindahan kecepatan dapat dilakukan secara lembut
c. Tidak terjadinya hentakan pada saat perpindahan kecepatan

               Gambar : Transmisi Otomatis

1.         Fungsi dan macam transmisi otomatis

Transmisi otomatis adalah transmisi yang perpindahan giginya terjadi secara otomatis berdasarkan beban mesin (besarnya penekanan pedal gas) dan kecepatan kendaraan. Transmisi otomatis dapat dibedakan dalam sistem perpindahan gigi dan waktu lock up yaitu :

• Full hydraulic
Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur sepenuhnya secara hidraulis.
• Electronic Control Transmission (ECT)
Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur secara elektronik. Tipe ini menggunakan data (shift and lock pattern) yang tersimpan dalam ECU sebagai kontrolnya, juga terdapat fungsi diagnosa dan fail-safe.

Transmisi otomatis juga bekerja pada lima atau enam tingkat sebagaimana berikut :
1.      Netral                   : (N)
2.      Low Range           : (L) = mobil mulai bergerak, kecepatan rendah, mendaki dan menurun
3.      Drive Range          : (D) = Kecepatan tinggi pada jalan normal
4.      Reverse Range      : (R) = untuk mundur
5.      Parking Range       : (P)  = berhenti atau parker
6.      Angka 2                : digunakan untuk menurun

 
Perubahan kecepatan pada transmisi otomatis bergantung kepada injakan pedal gas dan kecepatan poros kopel(profeller shaft). Dengan demikian jika tuas pengatur terpasang pada posisi Low range, kendaraan akan mulai berjalan dari low gear dan secara otomatis berpindak ke hight gear (kecepatan tinggi). Kemudian apabila diperlukan momen yang besar, dengan menekan pedal akselerasi transmisi akan segera berpindah dari hight gear ke low gear. Perpindahan secara otomatis ini dapat dicapai sampai kecepatan 60 Km/jam. Diatas kecepatan 60 tidak akan terjadi pemindahan walaupun pedal akselerasi ditekan dalam-dalam. Hal tersebut dimaksudkan agar pada mesin tidak terjadi kecepatan putar yang berlebihan.

Automatic Transmission terdiri dari :
1.      Full hydraulic
2.      ECT meliputi :
a.       Pengaturan shift dan lock up timing
b.      Fungsi Diagnosa
c.       Fungsi fail-safe
d.      Lain-lain
 
                       Gambar : Macam-macam transmisi

2.      KEUNTUNGAN TRANSMISI OTOMATIS (FULL HYDRAULIC)

Dibandingkan dengan transmisi manual, transmisi otomatis mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut:
• Mengurangi kelelahan pengemudi karena tidak ada pengoperasian pedal kopling dan pemindahan gigi.
• Perpindahan gigi terjadi secara otomatis dan lembut.
• Mengurangi beban mesin karena mesin dan pemindah daya dihubungkan melalui fluida secara hidraulis (torque converter).

3.         KEUNTUNGAN ECT

Dibandingkan dengan transmisi otomatis full hydraulic, ECT mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut:
• Pengemudi dapat memilih mode penggendaraan.
• Mengurangi getaran perpindahan gigi
• Pemakaian bahan bakar lebih irit
• Mempunyai fungsi diagnosa dan memori
• Mempunyai fungsi fail safe

  

          Gambar : Konstruksi transmisi otomatis
 
4.         JENIS-JENIS TRANSMISI OTOMATIS

Transmisi otomatis dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
• Automatic transaxle, digunakan untuk kendaraan FF (Front-engine, Front-wheel-drive).
• Automatic transmission, digunakan untuk kendaraan FR (Front-engine, Rear-wheel-drive)

 
                               Gambar : Jenis-jenis Transmisi

5.         KOMPONEN-KOMPONEN UTAMA
Transmisi otomatis terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut:

• Torque converter
• Planetary gear unit
• Hydraulic control unit
• Manual linkage
• Automatic transmission fluid

6.      TORQUE CONVERTER

Torque converter dan kopling fuida mempunyai konstruksi dan prinsip kerja yang sama. Seperti halnya pada kopling fluida, torque converter dipasang pada sisi input shaft transmisi dan diikat dengan baut terhadap bagian belakang poros engkol mesin melaluidrive plate. Sedikit perbedaan dengan kopling fluida, torque converter dilengkapi dengan sudu-suduyangberbentuk kurva dan dilengkapi dengan sebuah stator yang dipasangkan diantara pump impeller dan turbine runner.

Pada torque converter, stator merubah aliran minyak ini sama dengan arah putaran pompa impeller dan ini tidak memungkinkan merubah momen dengan menggunakan tenaga yang tertinggal di dalam minyak. Bila terdapat perbedaan putaran yang besar antara pompa impeller dan turbine runner, seperti halnya pada waktu mesin hidup dan propeller shaft masih dalam keadaan berhenti maka aliran minyak diantara kedua bagian menjadi lebih kuat dan stator akan segera menyesuaikan diri untuk emncapai momen yang besar. Pada saat kecepatan turbine mendekati kecepatan pompa, putaran minyak akan mengalir berangsur-angsur berkurang sampai mencapai perbandingan 1 : 1, maka titik. Torque converter merubah momen dalam langkah yang tidak terbatas.

Pada putaran idling atau dalam keadaan di rem, di dalam coverter tetap terjadi sirkulasi minyak, tetapi tidak memberikan penambahan momen (tergelincir atau slip) dan berfungsi sebagai kopling seperti halnya kopling fluida.
Fungsi torque converter adalah:
• Memperbesar momen
• Sebagai kopling otomatis
• Meredam getaran perpindahan daya
• Sebagai flywheel
• Mengerakkan pompa oli

 
Komponen utama :
1. Torque converter
2. Transmission case
3. Transmission input shaft
4. Drive plate

  
Gambar : Komponen-komponen torque converter  
 
Keterangan :
1. Stator shaft                                                              5. Converter case
2. Stator                                                                      6. Oil pump
3. Pump Impeller                                                         7. Transmission input shaft
4. Turbine Runner                                                        8. One – Way Clutch

6.1.      Prinsip Kerja :

6.1.1.   Kendaraan berhenti , mesin idling

Pada saat mesin idle moment yang dihasilkan oleh mesin adalah minimum . Bila rem dioperasikan ( parking / foot brake ) beban pada turbine runner menjadi besar karena tidak dapat berputar . Akibat kendaraan berhenti, maka perbandingan kecepatan antara pompa impeller dan turbine runner nol sedangkan torque rationya maksimum . Oleh karena itu, turbine runner akan selalu siap untuk berputar dengan moment yang dihasilkan oleh mesin.
 
                 Gambar : Prinsip kerja Torque converter 
 
6.1.2.   Kendaraan mulai bergerak

Pada saat rem dibebaskan, maka turbine runner dapat berputar dengan poros input transmisi. Dengan menekan pedal Akselerator, maka turbine runner akan berputar dengan moment yang lebih besar dari yang dihasilkan oleh mesin, jadi kendaraan mulai bergerak.

6.1.3. Kendaraan berjalan dengan kecepatan rendah.

Bila kecepatan kendaraan bertambah, putaran turbine runner dengan cepat mendekati pompa impeller. Torque rationya dengan cepat mendekati 1,0. Pada saat perbandingan putaran turbine runner dan pompa impeller mendekati angka tertentu ( Clutch Point ) , stator mulai berputar . Dengan kata lain Torque Converter mulai bekerja sebagai kopling fluida. Oleh karena itu kecepatan kendaraan naik hampir berbanding lurus dengan putaran mesin.

6.2.         KONSTRUKSI

6.2.1.   PUMP IMPELLER

Pump impeller disatukan dengan converter case dan converter case dihubungkan ke poros engkol melalui drive plate, ini berarti pump impeller akan berputar saat poros engkol berputar. Pump impeler berfungsi untuk melemparkan fluida (ATF) ke turbine runner agar turbine runner ikut berputar. Pump impeller terdiri dari vane dan guide ring. Guide ring berfungsi untuk membentuk celah yang memperlancar aliran minyak.

6.2.2.   TURBINE RUNNER

Turbine runner dihubungkan dengan over drive input shaft transmisi, ini berarti turbine runner berfungsi untuk menerima lemparan fluida dari pump impeller dan memutarkanover drive input shaft transmisi. Turbine runner terdiri dari vane dan guide ring. Arah vane pada turbine runner berlawanan dengan vane pump impeler
6.2.3.   STATOR

Stator ditempatkan di tengah-tengah antara pump impeller dan turbine runner. Dipasang pada poros stator yang diikatkan pada transmission case melalui one way clutch. Stator berfungsi mengarahkan fluida dari turbine runner agar menabrak bagian belakang vane pump impeller, sehingga memberikan tambahan tenaga pada pump impeller.

One way clutch memungkinkan stator hanya berputar searah dengan poros engkol. Oleh karena itu, stator akan berputar atau terkunci tergantung dari arah dorongan minyak pada vane stator.

 
       
         Gmabar : Konstruksi Pump Impeller, Turbine Runner dan Stator

6.3.      CARA KERJA ONE WAY CLUTCH

6.3.1.   Outer Race Berputar Searah Putaran Poros Engkol

Saat outer race berputar searah putaran poros engkol, ia akan mendorong bagian atas sprag. Karena panjang l1 lebih pendek dari l , maka outer race berputar
   
6.3.2.   Outer Race Berputar Berlawanan Arah Putaran Poros Engkol

Bila outer race berputar berlawanan arah putaran poros engkol, sprag tidak dapat miring karena panjang l2 lebih panjang dari l. Akibatnya sprag berfungsi sebagai baji yang mengunci outer race dan mencegahnya berputar.
Retainer spring dipasang untuk menjaga posisi sprag sedikit menghadap ke atas pada arah hampir mengunci outer race.
 

6.4.         PRINSIP PEMINDAHAN TENAGA

Bila kita memasang dua buah kipas angin A dan B berhadapan satu sama lain, kemudian kipas angin A dihidupkan, maka kipas angin B akan ikut berputar dengan arah yang sama. Ini terjadi karena aliran udara dari kipas angin A membentur daun (vane) kipas angin B dan selanjutnya kipas angin B akan terbawa berputar. Dengan kata lain, terjadi pemindahan tenaga dari kipas angin A ke kipas angin B melalui angin sebagaiperantara.

Torque converter bekerja dengan cara yang sama, pompa impeller memainkan peranan kipas A dan turbine runner sebagai kipas B. perantaranya adalah fluida (ATF).

Dalam keadaan yang sama, pompa impeller diputarkan oleh mesin yang memberikan energy dinamik pada minyak. Karena gaya centrifugal minyak dengan energy dinamik mengalir sepanjang permukaan kurva pompa impeller dan keluar dari bagian tengah kebagian luar dengan kecepatan yang tinggi, dan dengan sudut yang tertentu mendorong kipas-kipas turbine runner untuk memberikan momen . Momen ini adalah tenaga yang memutarkan turbin sama dengan pompa impeller dan memungkinkan keduanya berputar dalam satu kesatuan. Ini adalah cara kerja kopling fluida.
  
                Gambar : Prinsip PemindahanTenaga

6.5.         PRINSIP PEMBESARAN MOMEN

Pada kedua kipas yang diceritakan sebelumnya ditambahkan air duct, udara yang mengalir ke kipas B akan dikembalikan ke kipas A dari belakang melaui air duct. Ini akan menyebabkan energi yang tertinggal di udara setelah melalui kipas B akan membantu putaran kipas A.
Dalam torque converter, stator berfungsi sebagai air duct

  
              Gambar : Prinsip Pembesaran Momen

7.         Mekanisme Lock Up Clutch (sistem ECT)

Pada coupling range ( tidak ada peningkatan momen puntir ) Torque Converter meneruskan momen input dari mesin ke transmisi pada ratio mendekati 1 : 1. Pada pompa Impeller dan Turbine Runner paling sedikit terdapat perbedaan kecepatan putar 4 sampai 5 %. Oleh sebab itu , Torque Converter tidak memindahkan 100 % tenaga yang dibangkitkan oleh mesin ke transmisi, jadi terdapat kerugian energi. Untuk mencegahnya dan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar, lock up clutch secara mekanik menghubungkan pompa Impeller dengan Turbine Runner pada saat kecepatan kendaraan mencapai 60 km/jam atau lebih , dengan demikian hampir 100 % tenaga yang dibangkitkan oleh mesin diteruskan ke transmisi.

Cara kerja

Lock Up Clutch bekerja berdasarkan aliran fluida yang mengalir ke Torque Converter. Saat kendaraan berjalan lambat, Converter Pressure mengalir ke bagian depan Lock Up sehingga Lock Up tidak bekerja .

Engine--- Drive Plate ---Front Cover Pump Impeller --- Turbine Runner ---Turbine Runner Hub--- Input Shaft
  
       Gambar : Cara Kerja Lock Up Clutch Kecepatan sedang/tinggi
 
Saat kendaraan kecepatan sedang s/d tinggi . Aliran fluida menekan Lock – Up ke arah Converter Case sehingga Lock – Up Clutch bekerja. Engine ---Drive Plate ---Front Cover ( Converter Case ) ---Lock Up Clutch ---Turbine Runner Hub--- Input Shaft.
 
         Gambar : Cara Kerja Lock Up Clutch Kecepatan sedang/tinggi

8.         PLANETARI GEAR UNIT

8.1.  Fungsi :

1. Merubah perbandingan gigi, untuk merubah momen dan kecepatan
2. Memungkinkan gerakan mundur
3. Memungkinkan gigi mundur
Planetari Gear set mempunyai tiga macam gigi yaitu :
1. Ring gear
2. Sun gear
3. Pinion gear.
Pinion gear dipasang pada Carrier . Pinion gear berhubungan dengan Sun gear dan Ring gear.
  
                    
                     Gambar : System Planetary Gear

8.2.            Cara kerja :

Sun gear, Ring gear maupun pinion Gear ( carrier ) terkunci dengan gigi lain yang beraksi sebagai input dan output sehingga terjadi percepatan, perlambatan dan gerakan mundur.

8.2.1.      Perlambatan

Cara kerja roda gigi Ring gear - Drive member (penggerak) = input Sun gear - Fixed (ditahan) Carrier –Driven member ( digerakkan ) = output Bila Ring gear berputar searah jarum jam, pinion gear akan berputar mengelilingi Sun gear sambil berputarsearah jarum jam. Ini menyebabkan putaran Carrier menjadi lambat sesuai dengan banyaknya gigi Ring gear dan Sun gear.
 
8.2.2.      Percepatan

Cara kerja roda gigi Ring gear--- Driven member (digerakkan) = output Sun gear --- Fixed       ( ditahan ) Carrier --- Drive member ( penggerak ) = input. Bila Carrier berputar searah jarum jam, pinion gear akan berputar mengelilingi Sun gearsambil berputar searah jarum jam. Ini menyebabkan putaran Ring gear menjadi cepat sesuai dengan jumlah gigi Ring gear dan sun gear, Dan ini berlawanan dengan contoh di atas.
 
8.2.3.         Mundur

Cara kerja roda gigi Ring gear - Driven member ( digerakkan ) Sun gear - Drive member         ( penggerak ) Carrier - Fixed ( ditahan ) Bila sun gear berputar searah jarum jam, pinion gearyang terikat pada carrier akan berputar berlawanan dengan jarum jam dan mengakibatkan Ring gear juga berputar berlawanan dengan jarum jam. Pada saat ini Ring gear menjadi lambat sesuai dengan jumlah gigi Sun geardan ring gear.
                                          

9.         GEAR RATIO

Jumlah gigi digerakkan
Gear Ratio =   ------------------------------
Jumlah gigi pernggerak

Karena Pinion gear bekerja sebagai idle gear , jumlah giginya tidak dikaitkan dengan gear ratio. Oleh karena itu , gear ratio Planetary gear ditentukan oleh jumlah gigi carrier, ring gear dan sun gear. Karena carrier bukan merupakan gigi, banyaknya gigi perumpamaan dipergunakan pada carrier. Banyaknya gigi carrier Zc dapat diperoleh dengan persamaan :

Zc = Zr + Zs
Di mana ,
Zc = jumlah gigi carrier
Zr = jumlah gigi ring gear
Zs = jumlah gigi sun gear
 
Contoh :
Zr = 56 dan Zs = 24 , jika Sun gear fixed ( mati) dan Ring gear bekerja sebagai penggerak, maka gear ratio dari Planetary gear set adalah sbb :

    Digerakkan                           Jumlah gigi Carrier
GR =   ------------------           =      -----------------------
             Menggerakkan                       Jumlah gigi Ring gear
         Zr + Zs
                                                               Zr
         56 + 24
                                                                      5
         1,429

10.     Planetary gear unit 3 kecepatan

• Counter drive gear diikatkan oleh alur
dengan intermediate shaft dan berkaitan
dengan counter driven gear.
• Front dan rear sun gear berputar bersama
sebagai satu unit
• Front planetary carrier dan rear planetary
ring gear masing-masing diikatkan oleh
alur dengan intermediate shaft.
 
11.     FUNGSI MASING – MASING ELEMEN

NAMA                                                                                    FUNGSI
Forward Clutch (C1)                            Menghubungkan input shaft dengan front ring gear
Direct Clutch (C2)                                Menghubungkan input shaft dengan front danrear sun gear
2nd Coast Brake (B1)                   Mengunci front dan rear sun gear, mencegahberputarnya searah jarumjam maupun berlawanan jarum jam
2nd Brake (B2 )                               Mengunci front dan rear sun gear, supaya tidak berputar berlawanan dengan jarum jam, pada saat F, kerja.
1 st Reverse Brake (B2)                      Mengunci planetary carrier supaya tidak berputar searah maupun berlawanan dengan jarum jam
One-way Clutch No. 1 (F1)             Pada saat B2 bekerja, mengunci front dan rear sun gear supaya tidak berputar berlawanan dengan jarum jam
One-way Cutch No. 2 (F2)             Mengunci planetary carrier supaya tidak berputar berlawanan dengan jarum jam


12.     SISTEM KONTROL HIDROLIK

Hydraulic control system merubah beban mesin (sudut pembukaan throttle valve) dan kecepatan kendaraan menjadi bermacam-macam tekanan hidrolik yang akan menentukan shifting.
Sistem ini terdiri dari oil pump, governor valve, dan valve body. Oil pump drive gear berhubungan dengan pump impeller pada torque converter dan selalu berputar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan mesin. Governor valve digerakkan oleh drive pinion dan mengubah putaran (kecepatan) drive pinion shaft menjadi hydraulic signal yang dikirimkan ke valve body. Valve body menyerupai jalan yang berliku-liku, mempunyai jalur-jalur yang banyak sebagai saluran minyak transmisi. Pada jalur-jalur ini dipasang banyak katup yang membuka dan menutup jalur-jalur ini untuk mengirimkan dan menghentikan “hydraulic signal”ke bagian-bagian planetary gear unit.
 
OIL PUMP
Oil pump dirancang untuk mengirimkan minyak ke torque converter, melumasi planetary gear unit dan mengoperasikan tekanan kerja pada hydraulic control system. Drive gear dari oil pump terus menerus digerakkan oleh mesin melalui torque converter pump impeller.
 
TEKANAN MINYAK

Line pressure fungsinya          :

Diatur oleh primary regulator valve, ini adalah tekanan yang paling dasar dan terpenting yang digunakan pada transmisi otomatis, karena berfungsi untuk mengoperasikan semua kopling dan brake dalam transmisi, dan juga karena ini adalah sumber semua tekanan yang lain (governor pressure, throttle pressure dll) yang digunakan pada transmisi otomatis.

Converter pressure dan lubrication pressure fungsinya :

Dihasilkan oleh secondary regulator valve, ini digunakan untuk mengalirkan minyak ke torque converter, melumasi transmission case dan bearing dll serta untuk mengirimkan minyak ke oil cooler.

Throttle pressure fungsinya  : 

Throttle prssure (yang dihasilkan oleh throttle valve) naik dan turun mengikutipenekanan pedal akselerator.

Governor pressure  fungsinya :

Governor pressure (yang dihasilkan oleh governor valve) mengikuti kecepatan kendaraan. Keseimbangan atara kedua tekanan ini adalah faktor yang menentukan shift poit;oleh karena itu tekanan ini merupakan faktor yang sangat penting.

Demikian artikel yang dapat saya sampaikan diambil dari berbagai sumber, pembahsan tentang transmisi otomatis pada mobil, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca baik untuk pelajar, mahasiswa maupun masyarakat luas, khususnya yang mau belajar tentang otomotif.
 
Copyright © 2014 Kumpulan Otomotive. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates